Assalamualaikum wr wb
Sekarang sangat sulit membedakan antara orang munafik dengan orang beriman apalagi di zaman sekarang dimana orang itu tidak mempunyai materi lebih udah dech semua dianggap tidak ada artinya, seakan akan hidup ini tak ada hidup ssssssssstt (bukan ngerem :p) coba dech kita telusuri rejeki itu darimana dari bapakmu,ibumu kah atau kakakmu,bozmu kah atau siapakah he he he he salah semua,,..rejeki itu datang dari sang Kholiq semua yang saya sebutkan dari sabang sampai merauke dari pulau mengias sampai pulo rote itu hanya sebagai perantara aja jadi kalo rejeki itu hilangpun semua ya rencana sang kholiq he he he he he sebenernya semua tergantung kita nya sendiri bagaimana kita memanage nikmat yang telah di berikan oleh-Nya,...nah kalo sudah tau gitu kenapa kita masih sering ketakutan kalo kita kehilangan sesuatu (bukan syahrini ya :p) udah klabakan atau kelimpungan seharusnya kita bersyukur apa yang terjadi kepada kita, belum hilang semua kan barang kita hanya sesuatu doank,.... aduh aduh manusia ya! bukannya terima kasih dan banyak bersyukur kepada-Nya terkadang marah marah sendiri nggak jelas sampai sampai mengeluarkan kata kata kotor saat sesuatunya hilang (intinya anti sesuatu he he he he) nah udah dua nich kerugian yang kita timbulkan akibat sikap kita karena tidak mampu mensyukuri nikmat yang telah di beri oleh-Nya dan tidak mampu mengontrol sehingga mengucapkan sesuatu (lagi lagi sesuatu huft padahal anti syahrini :( ) yang tak ada artinya yang mengakibatkan kita mendapatkan dosa karena ucapan ucapan kita sendiri,... heeeeeem udah kebukti kan mana orang "munafik" dan mana orang yang "beriman" he he he he (mudah mudahan kita tidak tergolong orang yang munafik), langsung aja dech sekedar sharing aja nich saya pribadi akan memberikan beberapa kalimat dan firman Allah yang mudah mudahan bisa memberikan masukan dan renungan buat temen temen aja selama ane mengaji di salah satu majelis ta'lim mengenai orang "Muslim belum tentu Mu'min sedangkan orang Mu'min sudah pasti Muslim" langsung saja dech ternyata orang muslim belum bisa di katakan Mu'min karena secara lahiriyah orang tersebut belum tentu juga beriman secara utuh kepada Allah sesuai dengan firman-Nya :
Ciri-ciri iman yang sebenarnya
dari ayat ayat Allah diatas mungkin udah jelaslah bahwa seorang Muslim bisa dikatakan munafiq jika orang tersebut belum seutuhnya beriman kepada Allah secara batiniyah karena meskipun orang tersebut Sholat Lima waktu,Puasa, Zakat dan Haji sekalipun semua itu di laksanakan karena lahiriyah hanya mahkluk dengan makhluk saja belum hubungan antara mahluk dengan sang pencipta bisa saja si fulan melaksanakan Sholat lima waktu karena kpengen di pandang rajin dalam ibadahnya bukan karena Allah, bisa juga si fullan mengerjakan puasa karena ingin di naikan jabatan dan gajinya, bisa juga orang itu rajin bershodaqoh karena ingin di puji karena ke dermawananya bukan karena Allah, bisa juga dia Haji karena ingin di puji sama tetangganya karena kaya bisa bolak balik pergi haji tapi bukan karena Allah,..... naudzubillahmindzalik padahal sudah di tulis diatas kalo rejeki itu semua datangnya dari Allah bukan karena dia pintar, hebat, cool, keren, ganteng, cantik, cerdas maupun apa aja lah,.....apa bukan orang munafik padahal arti dari orang munafik sendiri adalah hanya janji janji saja tidak pernah bertanggung jawab dengan apa yang telah ia janjikan dan ucapkan naudzubillahmindzalik, di ucapan dia beriman di dalam perbuatan dia tunduk tapi di dalam hati siapa tau apa yang ada didalam isi hatinya semua itu hanya Allah yang tau,...tapi semua ciri ciri dari orang munafik dan beriman bisa kita lihat dari perbuatan amal solehnya dimana orang dikatakan beriman yang selalu mengikutinya itu udah pasti karena firmannya sebagai berikut :
selain itu masih ada lagi firman-Nya
masih banyak lagi firman firman Allah yang belum bisa saya sebutkan satu persatu tapi dengan firman diatas udah jelas bahwa orang Mu'min atau beriman pasti selalu diiringi sama amal sholeh yang dikerjakan semata mata karena Allah SWT, beda dengan Muslim di lakukannya secara lahiriyah tidak tau amalan yang ia lakukan itu karena Allah atau mahluk dengan mahluk yang tau hanya diri sendiri dan Allah SWT.
Alhamdulillah, jadi kesimpulan adalah Muslim belum tentu Mu'min sedangkan Mu'min sudah pasti Muslim
mudah mudahan artikel ini bermanfaat dan selalu menjadi pacuan seeorang bahwa keimanan seseorang bukan karena rajin ibadahnya saja tapi harus di imbangi dengan niat yang tulus karena Allah ta'ala.
by Imam Prayugo
Sekarang sangat sulit membedakan antara orang munafik dengan orang beriman apalagi di zaman sekarang dimana orang itu tidak mempunyai materi lebih udah dech semua dianggap tidak ada artinya, seakan akan hidup ini tak ada hidup ssssssssstt (bukan ngerem :p) coba dech kita telusuri rejeki itu darimana dari bapakmu,ibumu kah atau kakakmu,bozmu kah atau siapakah he he he he salah semua,,..rejeki itu datang dari sang Kholiq semua yang saya sebutkan dari sabang sampai merauke dari pulau mengias sampai pulo rote itu hanya sebagai perantara aja jadi kalo rejeki itu hilangpun semua ya rencana sang kholiq he he he he he sebenernya semua tergantung kita nya sendiri bagaimana kita memanage nikmat yang telah di berikan oleh-Nya,...nah kalo sudah tau gitu kenapa kita masih sering ketakutan kalo kita kehilangan sesuatu (bukan syahrini ya :p) udah klabakan atau kelimpungan seharusnya kita bersyukur apa yang terjadi kepada kita, belum hilang semua kan barang kita hanya sesuatu doank,.... aduh aduh manusia ya! bukannya terima kasih dan banyak bersyukur kepada-Nya terkadang marah marah sendiri nggak jelas sampai sampai mengeluarkan kata kata kotor saat sesuatunya hilang (intinya anti sesuatu he he he he) nah udah dua nich kerugian yang kita timbulkan akibat sikap kita karena tidak mampu mensyukuri nikmat yang telah di beri oleh-Nya dan tidak mampu mengontrol sehingga mengucapkan sesuatu (lagi lagi sesuatu huft padahal anti syahrini :( ) yang tak ada artinya yang mengakibatkan kita mendapatkan dosa karena ucapan ucapan kita sendiri,... heeeeeem udah kebukti kan mana orang "munafik" dan mana orang yang "beriman" he he he he (mudah mudahan kita tidak tergolong orang yang munafik), langsung aja dech sekedar sharing aja nich saya pribadi akan memberikan beberapa kalimat dan firman Allah yang mudah mudahan bisa memberikan masukan dan renungan buat temen temen aja selama ane mengaji di salah satu majelis ta'lim mengenai orang "Muslim belum tentu Mu'min sedangkan orang Mu'min sudah pasti Muslim" langsung saja dech ternyata orang muslim belum bisa di katakan Mu'min karena secara lahiriyah orang tersebut belum tentu juga beriman secara utuh kepada Allah sesuai dengan firman-Nya :
Ciri-ciri iman yang sebenarnya
[49:13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
qaalati l-a'raabu aamannaa qul lam tu/minuu walaakin quuluu aslamnaa walammaa yadkhuli l-iimaanu fii quluubikum wa-in tuthii'uullaaha warasuulahu laa yalitkum min a'maalikum syay-an innallaaha ghafuurun rahiim
[49:14] Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
innamaa lmu/minuunalladziina aamanuu bilaahi warasuulihi tsumma lam yartaabuu wajaahaduu bi-amwaalihim wa-anfusihim fii sabiilillaahi ulaa-ika humu shshaadiquun
[49:15] Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
dari ayat ayat Allah diatas mungkin udah jelaslah bahwa seorang Muslim bisa dikatakan munafiq jika orang tersebut belum seutuhnya beriman kepada Allah secara batiniyah karena meskipun orang tersebut Sholat Lima waktu,Puasa, Zakat dan Haji sekalipun semua itu di laksanakan karena lahiriyah hanya mahkluk dengan makhluk saja belum hubungan antara mahluk dengan sang pencipta bisa saja si fulan melaksanakan Sholat lima waktu karena kpengen di pandang rajin dalam ibadahnya bukan karena Allah, bisa juga si fullan mengerjakan puasa karena ingin di naikan jabatan dan gajinya, bisa juga orang itu rajin bershodaqoh karena ingin di puji karena ke dermawananya bukan karena Allah, bisa juga dia Haji karena ingin di puji sama tetangganya karena kaya bisa bolak balik pergi haji tapi bukan karena Allah,..... naudzubillahmindzalik padahal sudah di tulis diatas kalo rejeki itu semua datangnya dari Allah bukan karena dia pintar, hebat, cool, keren, ganteng, cantik, cerdas maupun apa aja lah,.....apa bukan orang munafik padahal arti dari orang munafik sendiri adalah hanya janji janji saja tidak pernah bertanggung jawab dengan apa yang telah ia janjikan dan ucapkan naudzubillahmindzalik, di ucapan dia beriman di dalam perbuatan dia tunduk tapi di dalam hati siapa tau apa yang ada didalam isi hatinya semua itu hanya Allah yang tau,...tapi semua ciri ciri dari orang munafik dan beriman bisa kita lihat dari perbuatan amal solehnya dimana orang dikatakan beriman yang selalu mengikutinya itu udah pasti karena firmannya sebagai berikut :
illaalladziina aamanuu wa'amiluu shshaalihaati watawaasaw bilhaqqi watawaasaw bishshabr
[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
illaalladziina aamanuu wa'amiluu shshaalihaati falahum ajrun ghayru mamnuun
[95:6] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
masih banyak lagi firman firman Allah yang belum bisa saya sebutkan satu persatu tapi dengan firman diatas udah jelas bahwa orang Mu'min atau beriman pasti selalu diiringi sama amal sholeh yang dikerjakan semata mata karena Allah SWT, beda dengan Muslim di lakukannya secara lahiriyah tidak tau amalan yang ia lakukan itu karena Allah atau mahluk dengan mahluk yang tau hanya diri sendiri dan Allah SWT.
Alhamdulillah, jadi kesimpulan adalah Muslim belum tentu Mu'min sedangkan Mu'min sudah pasti Muslim
mudah mudahan artikel ini bermanfaat dan selalu menjadi pacuan seeorang bahwa keimanan seseorang bukan karena rajin ibadahnya saja tapi harus di imbangi dengan niat yang tulus karena Allah ta'ala.
by Imam Prayugo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tolong dunk kasih Kritik dan Saran